Stadium General KAMMI: Pendidikan di Kota Surabaya; Problem dan solusinya. February 15, 2008
Posted by fuadhanif in Isu Aktual.trackback
Sabtu, 9 februari 2008 saya mengikuti stadium general yang diselenggarakan oleh KAMMI Daerah Surabaya di Kampus IAIN. Membahas tentang pendidikan kota Surabaya. Terdapat 3 pembicara yang mewakili segmen berbeda, ada Arif Affandi (wakil walikota Surabaya), Isa Ansori (Ketua Dewan Pendidikan Surabaya) dan M. Alyas (Wakil Komisi D DPRD Kota).
Bapak Arif Affandi berbicara tentang program riil dan upaya pemerintah mewujudkan kualitas pendidikan yang bermutu melalui minimal 3 hal; ketersediaannya sarana belajar yang memadai, Kurikulum yang baik dan applicable, dan SDM yang kompeten. Namun tentunya masih dijumpai beberapa keterbatasan sperti tingkat APM (angka partisipasi masyarakat) terhadap pendidikan yang masih cukup besar, prestasi yg kurang membanggakan (padahal sarana dan akses thd ilmu di Surabaya itu paling besar) tapi kenapa prestasinya masih kalah dgn kota lain?, ketidakefektifan anggaran pendidikan (perlu diketahui bahwa anggaran pendidikan Surabaya 2008 adalah 172 M).
Namun pak Alyas lebih mensikapi tentang format pendidikan Indonesia yg masih belum jelas, Anggaran, pembuatan grand design pendidikan, termasuk mensikapi program2 pemerintah yg cenderung copy-paste, sampai pada masalah perpustakaan kota.
Mas Isa, sebagai orang yg mencermati dan terjun langsung di lapangan menilai banyak hal tapi katanya beliau modalnya sudah relative bagus tinggal Leadernya saja yg kurang mampu menjadikan itu semuanya efektif. Ayo gimana nih pemerintah?!
Oke, nampaknya beberapa idealitas, kebijakan, problem, dan program telah dieksplorasi tinggal bagaimana memadukan, memanaj dan menjadikan pendidikan kita berkualitas? Namun saya melihat kurang ada rencana kongkrit dari diskusi mereka untuk membagun pendidikan, tapi saya piker itu adalah point awal bagi kita untuk peduli; bagaimana DPR mampu membuat kebijakan yg baik, pemerintah mampu mengimlementasikan dalam program yg tepat dan kongkrit, serta masyarakat berpartisipasi aktif. Jangan sampai pendidikan sebagai barang komoditi, ajang bisnis, korupsi sana-sini, dan sebagainya, Pendidikan menunjukkan peradaban sebuah Negara, sejauh mana kualitas pendidikan kita maka hal itu menunjukkan peradaban kita.
Masalah pendidikan adalah masalah kita bersama, ayo bersama2 membangun pendidikan!!!
Berjuang tuntaskan perubahan !
Fuad Hanif Hasan (FH2)



ass,wr wb
salam ukhwuwah
berbicara pendidikan harus memahami filsafat dan hakikat pendidikan.
pendidikan berbeda dengan pengajaran (kaya sekolah saat ini mungkin)
wasswrwb
# Mas heri: Wa’alaikumslm..Ya betul, tapi pengajaran adalah bagian terpenting dari proses pendidikan.