jump to navigation

Guru: Engkaulah harapan! July 26, 2008

Posted by fuadhanif in pendidikan.
trackback

Bagi guru, pekerjaan yang paling berat adalah bagaimana ia melakukan transformasi kepada muridnya. Transformasi yang dimaksudkan adalah mengandung sifat2 yang dapat mengubah sesuatu ke dalam bentuk lain seperti energi potensial/laten menjadi energi actual/manifes atau motivasi berprestasi menjadi prestasi yang riil, dan seterusnya.
Transformasi itu mencakup semua aspek yang dimulai dari aspek pemikiran sampai pada aspek amal/perbuatan. Bukankan belajar itu dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kognitif, afektif, dan psikomotor?!
Sehingga dikatakan tidak berhasil kalau seorang guru menghasilkan output yang rendah dari ketiga aspek tersebut, apalagi (kasus secara umum di lapangan) guru hanya menekankan aspek kognitif saja ketimbang aspek yang lain, akibatnya??? Etika, sikap, perilaku siswa tidak diperhatikan. Mereka konvoy sambil corat-coret baju, apalagi ngalor-ngidul boncengan laki-perempuan, triple lagi.., dan banyak contoh yang lainnya.
Seharusnya transformasi itu tidak hanya terbatas pada tingkat kognitif saja, tapi pada tingkat afektif dan psikomotor juga ditekankan. Ngapain ada guru agama? ngapain pula peran guru PMPKN? Sebenarnya bukan hanya peran kedua guru tersebut, melainkan semua guru harus memerankan sebagai penjaga moral (memerankan peran guru agama ato PMPKN) untuk mengarahkan siswa. Sehingga konsep yang harus terimplementasi pada semua guru adalah ‘Semua guru adalah guru agama’, ‘Semua guru adalah guru bidang study’, dan ‘Semua guru adalah guru BK’.
Memang untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, butuh komitmen bersama antarguru dan karyawan serta orang tua. Tentunya yang pertama kali harus memulai adalah leadernya, dalam hal ini adalah kepala sekolah.
Perlu direnungkan: “Masa depan bangsa sangat bergantung pada anak-anak/pelajar sekarang ini, kalau pelajar kita rusak maka rusaklah masa depan bangsa, sehingga peran Guru sangat dominant, di samping peran orang tua, maka ayo bangkit Guruku! Ajari anak-anak kita tentang akhlaq/moral, ajari ia tentang sikap, ajari ia untuk bisa tumbuh dan berkembang berbekal ilmu. Tanpa itu…tunggulah masa kehancuran itu tiba”.

Bangkitlah wahai Guru!

Comments»

1. eko - August 3, 2008

Hidup guru…..!!!
Guru = ” digugu lan ditiru”
Semangat buat para guru…terus berkarya.
buat bang Fu.
Semangat……..!

_eko_