jump to navigation

Rekaman Kotak Hitam Adam Air August 6, 2008

Posted by fuadhanif in Isu Aktual.
Tags: , ,
trackback

Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar…

Begitulah suara terakhir yg terdengar sebelum pesawat Adam Air hilang. Kemaren saya telah mendengarkan sendiri rekaman kotak hitam tersebut (terlepasitu palsu atau tidak). Memang agak merinding sih… dalam suasana yang mencekam, gugup, manuver pesawat sudah kacau alias tak dapat dikendalikan lagi, diiringi suara teriakan Allahu akbar…Allahu akbar beberapa kali… kemudian lhep…tak ada suara lagi.

Pesawat Boeing 737 pada tanggal 1 Januari 2007 lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya pukul 05.59 dengan perkiraan waktu tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado pukul 08.14. Didalam pesawat tercatat ada 102 orang yang terdiri dari 2 Pilot, 4 awak kabin dan 96 penumpang yang terdiri dari 85 orang dewasa, 7 anak-anak dan 4 orang balita. Kemudian Pesawat hilang dari pantauan Radar pada ketinggian 35.000 kaki atau sekitar 11 Km dari permukaan air laut—end.

Mungkin dari anda telah mendengar potongan rekaman tersebut dari media seperti tvOne, atau media yang lainnya, bahkan telah mendengar sendiri rekaman lengkapnya?!. Namun dari peristiwa kontroversi antara rekaman itu palsu dan tidak, dari kemelut yg ada di KNKP (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) kita dapati bahwa ada hal yg mestinya juga menjadi penyikapan seperti; kebebasan media dalam mempublish berita (kebebasab yang kebablasan kali).

Dari peristiwa beredarnya rekaman tersebut oleh oknum, kemudian media mempublish kembali adalah sebuah pelanggaran (perlu dikartu tuh). Dalam hal tersebut beberapa tokoh kmudian berkomentar bahkan mengecam seperti Jusman Syafii Djamal (menhub) sampai pada pakar komunikasi Unair Henri Subiakto. pak Henri memberi komentar bahwa tindakan mempublish berita/peristiwa seperti itu (proses menuju kematian) adalah pelanggaran. Karena rekaman tersebut memang berisi ‘proses kematian’. Bagaimana hal tersebut kemudian dipublish?!

Ada etika dalam komunikasi publik, tidak kemudian media/kelompok secara bebas mengekspose peristiwa (hehe…katanya sih demokrasi gt; tapi demokrasi jg ada batasnya lho). Hal tersebut tidak hanya akan menyakiti pihak keluarga yg kehilangan, tapi jg akan menimbulkan keresahan pada masyarakat.


Sisi lain

Proses menuju kematian adalah hal yang unik, di satu sisi banyak orang yang menganggap hal tersebut adalah menjijikkan, betapa tidak, seorang mau mati namun hal tsb direkam dan kemudian dipublish. Namun di sisi lain ada yang menganggap hal tersebut adalah media yg bagus sebagai peringatan ‘wanti-wanti’ atau ‘warning’ bagi semua manusia, bahwa semua juga akan mengalami demikian dengan kondisi yang berbeda-beda; entah tenggelam, jatuh dari tangga atau bahkan pesawat, tabrakan, ketika mabuk, atau pada kondisi yg tak terduga; tidur, di atas ranjang yg empuk. Dgn kondisi yg terasa sangat menyakitkan atau bahkan tidak terasa (Tp rasulullah sendiri mengatakan bahwa waktu sakaratul maut itu sakitnya luar biasa). bagi anda hati-hati aja, anda nanti seperti apa?

Itu semua adalah kondisi. Namun yg sebenarnya patut kita refleksikan adalah bukan pada waktu apa kita meninggal tapi…APA YANG TERJADI NANTI SETELAH MENINGGAL?! Jadi siapkanlah diri anda dengan bekal amal saleh yang banyak, mulai sekarang jauhi segala bentuk maksiat, banyak lakukan kebaikan, jangan korupsi, jangan santai-santai, tidak apalah kita bersakit2 atau ‘berdarah2′ selama beberapa tahun ke depan 9sampai kita mati), asal jangan sampai nanti ketika kita dikembalikan pada Allah (di akherat), kita menjalani sakit dan siksa yg begitu dahsyatttt yg berkepanjangan… endless.

Maka menurut saya tdk apa2 atau nahkan wajib bagi anda mendengar atau memutar film tentang kematian, tentang sakaratul maut, rekaman kotak hitam adam air, tentang apapun yg mengingatkan pada kematian dan paska kematian.
NB: jangan sampai liat yg lucu2 aja, apalagi sinetron remaja, yg bikin kita terlena, ketawa sampai terbahak2, wah payah..

Selamat menunggu waktu untuk dipanggil malaikat Izrail.
(tulisan nyantai tapi dah2an bisa menyadarkan diriku dan dirimu juga…

Bagaimana pendapat anda?

Comments»

No comments yet — be the first.