jump to navigation

Laskar Pelangi; Inspiring You! October 22, 2008

Posted by fuadhanif in Manusia Pembelajar.
Tags: ,
trackback

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar ‘Laskar Pelangi’? Mungkin anda akan menjawab tidak tau (kalo memang anda tidak pernah mendengarnya). Atau anda akan menjawab itu bahwa Laskar Pelangi adalah lagunya Nidji (kalo emang anda hobi dengar musik). Tapi bagi mereka yang sudah membaca novel Laskar Pelangi atau bahkan telah melihat filmnya pasti akan mempunyai jawaban yang lebih sempurna.

Ya, Laskar Pelangi telah banyak menginspirasi banyak orang, menjadikan mereka sadar akan kehidupan, termotivasi untuk selalu mengejar cita2, memperbaiki kualitas hidup, melenyapkan belenggu2 kehidupan, tak kenal lelah tuk selalu berusaha, belajar dan terus belajar sampai terhentinya denyut jantung kita.

Karakter yang ditampilkan oleh Laskar Pelangi (begitu Bu Muslimah menyebut sepuluh muridnya di sekolah SD) sungguh luar biasa. Bu Mus (panggilan akrab Bu Muslimah) adalah sosok guru yang mempunyai karakter tangguh, rela berkorban, ikhlas mendidik dan mengajar murid2nya, tidak terlalu tergiur dengan material. Karena itulah ia bekerja keras dan tulus untuk mendidik mereka, sebab mereka tidak akan bias sekolah kalau tidak di sekolah itu, yang memang kesepuluh murid tersebut adalah anak2 orang miskin.

Pak Harfan adalah prototype guru yang berkarakter. Ia mendidik dan mengajar murid2nya dengan hati, tidak hanya dengan hitungan2 matematis atau hanya sekadar pandai secara intelektual, tapi yang lebih ia tekankan adalah akhlaq, penanamah nilai2 moral berdasar nilai2 islami. Masih membekas kalimat yang keluar dari lesan beliau terhadap ke-10 muridnya; “Hiduplah untu memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya“. Hal tersebut mengambarkan sebuah prinsip yang snagat mulia yaitu memberi. Dan karena itulah ia tidak rela kalau sekolahnya ditutup gara2 muruinya sedikit atau karena tidak ada yang mempedulikan sekolah itu.

Saya menyebutkan terdapat 2 murid yang paling menginspirasi. Pertama, sebut saja Lintang, murid yang cerdas, pandai di semua pelajaran terutama berhitung. Ibunya telah meninggal, dan ayahnya seorang nelayan tradisional yang miskin dengan 3 orang adik, yang karenanya ia menjadi tumpuan bagi mereka. Hasrat untuk membantu ayahnya selalu muncul, namun karena pendidikanlah ayahnya selalu melarang keras pada Lintang untu membantunya.

Murid yang kedua adalah Ikal. Murid yang mempunyai mimpi dan obsesi yang tinggi. mulai dari kerelaannya untuk selalu membelikan kapur tulis walau jaraknya jauh hanya untuk bertemu dengan Aling (anak perempuan yang menjadi idaman Ikal) sampai pada mimpinya untuk berkeliling dunia (menuju Paris, Perancis)…

Banyak hikmah yang bias diambil, diantaranya adalah (saya sebutkan 3 saja);
1. Tidak boleh menyerah tergadap keterpurukan hidup, selalu berusahalah untuk memperbaiki hidup dengan terus belajar dan belajar.
2. Bermimpilah, dan berusahalah sekuat tenaga untuk merealisasikannya, apapun resikonya.
3. Hidup adalah untuk memberi bukan untuk menerima.

I think enough, kalo mau lebih lengkap baca deh novelnya sekalian tonton filmnya (asal jangan bajakan ya..)
Selamat Berjuang!!!

Comments»

1. Sutrisno - October 27, 2008

mampir mas…

Wah rame sekali pembicaraan Laskar Pelangi..
Tapi saya belum pernah nonton tuh di desa sih…..
Tapi isi blog cukup bagus..

Sutrisno
http://jawagame.blogspot.com

2. Md Santo - October 29, 2008

Bila anda interest dg issue-issue “LEARNING, GROWTH, INNOVATION, emerging TECHNOLOGIES-MARKET (BUSINESS DEVELOPMENT)-PEOPLE (COMMUNITY DEVELOPMENT) 2.0, and KNOWLEDGE MANAGEMENT”, diharapkan sign-up pada Social Networking Site (SNS) MOBEE KNOWLEDGE CoP (Community of Practice) kami http://mobeeknowledge.ning.com